Belajar dari Reza Abdul Jabbar, Ternak Bisa Jadikan Kamu Kaya

Jakarta, CNBC Indonesia – Reza Abdul Jabbar, suami dari mantan artis Peggy Melati Sukma memaparkan banyak terkait bisnis pertanian dan peternakan. Pria Indonesia yang tinggal di New Zealand itu dikabarkan sudah memiliki lahan 1.000 hektar dan 5 ribu ekor sapi.

Reza mengatakan, pelaku usaha pertanian dan peternakan di Selandia Baru umumnya bukan dilakukan oleh konglomerasi, melainkan para masyarakat.

“Pemainnya adalah owner operator, kami bukan pengusaha pertanian melainkan ‘petani pengusaha,’ jadi DNA-nya adalah petani dan peternak,” ujar Reza dalam podcast bersama Deryansha Azhary.

Selain itu, aset yang dimiliki oleh para petani di sana bersifat riil (nyata). Hal itu menjadi salah satu faktor keamanan yang patut disoroti.

“Depresiasi (aset dalam bisnisnya) bukan hanya gak ada, yang ada apresiasi dong. Tanah gak mungkin depresiasi, karena kita begini, di New Zealand kita beli sertifikasi hak milik. Ini penting banget, kita punya sertifikat dengan seberapa (luas tanahnya) saja, gak ada batasan siapapun yang mau beli lebih ya silahkan,” tegasnya.

Reza menambahkan bahwa faktor keamanan itulah yang membuat banyak orang berani berinvestasi di bidang pertanian dan peternakan.

“Pertanian dan peternakan ini beda, ini bukan kayak gedung yang ada depresiasinya. Dia semakin tahun semakin bagus, semakin lebih produktif,” lanjutnya

Namun berkaca pada Selandia Baru yang penuh dengan dataran tinggi, apakah kesuksesan Reza bisa dicapai oleh mereka yang ingin terjun ke bidang serupa di Indonesia?

“Gak ada cerita gak bisa, semuanya itu mungkin dengan adanya goodwill. Cuma tentu ada beberapa faktor yang harus bermain, misalnya gini ya, regulasi yang cukup jelas bagi petani dan peternak, adanya goodwill dari pemerintah untuk menyokong industri ini,” imbuh Reza.

Menurutnya, sebuah negara tidak bisa dikatakan berdaulat jika negara tersebut tidak berdaulat secara pangan. Satu hal yang berbeda antara negara maju dan berkembang terkait pangan menurut Reza adalah, stok pangan di negara maju umumnya adalah 20 hari sementara berkembang ada yang cuma enam hingga delapan hari.

“Kalau 20 hari gak masuk satu kapal pun (bahan pangan), apa yang terjadi dengan stok (pangan di negara) kita,” tandasnya.

Sejauh ini, Reza mengatakan bahwa wilayah pertanian di Selandia Baru memang tidak bisa dikomparasi dengan wilayah di Indonesia yang seringkali dijadikan wilayah pertanian. Total konsumsi produk susu di negara tersebut dari hasil peternakan domestik hanya berjumlah 4% sementara sisanya diekspor.

“New Zealand (Selandia Baru) itu memang sebesar Jepang, UK, gitu tapi diantara seluruh perdagangan dairy product (produk susu) yang ada di dunia, kita pegang 40 sampai 50%. Bukan penghasil terbesar, tapi penjual terbesar di world market (pasar dunia). Kalau bicara penghasil terbesar ya India, mereka punya ratusan juta kan, tapi dimakan dalam domestik, yang dijual keluar gak banyak,” lanjutnya.

Jika dilihat dari data Statista pada Juli 2023, negara produsen susu sapi terbesar di dunia pada Juli 2023 adalah Uni Eropa sementara itu India ada di urutan ke tiga. Namun jika dilihat dalam hal konsumsi, Negara Bollywood ternyata duduk di peringkat pertama. https://zorozuno.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*